 |
| Percaya Diri |
Berkenalan dengan diri sendiri - Pepatah
mengatakan, "tak kenal maka tak sayang", memang benar, kita tak akan
mungkin bisa menyayangi sesuatu tanpa kita mengenalinya terlebih dahulu,
nah maka dari itu, sudahkah kita menyayangi diri kita sendiri?, jika
belum mari kita berkenalan terlebih dahulu untuk menggali, menyelami
lebih siapa kita sebenarnya.
Pernahakah kita bertanya, akan jadi apa kita besok?, jika iya jawabannya adalah kita tanyakan pada kita sendiri.
Lantas bagaimana kita bisa lebih mengenal tentang diri sendiri?, mari kita intip coretan ini lebih lanjut.
"seorang
laki-laki melihat cewek cantik, kira-kira apa yang akan dilakukan oleh
lelaki tersebut?". Tentu jawabnya beragam, mulai dari bertanya sana
sini, browsing cari informasi tentangnya, atau bahkan nekat untuk
membuntutinya, nah dari contoh klise diatas kita dapat menyimpulkan
"bahwa untuk menyayangi kita perlu tahu", dan hal itulah yang akan kita
lakukan untuk mengenalai diri kita sendiri.
Biasanya
(secara psikologi), seseorang akan dapat terlihat wataknya dari, hobi,
warna kesukaan, kebiasaan, dan lain sebagainya. Misal orang yang
mempunyai tulisan rapi, menunjukkan bahwa orang tersebut memiliki
kepribadian yang sangat suka dengan kebersihan.
Lantas
apa hubungannya dengan "kita akan menjadi apa besok"?, erat sekali,
dari situ kita akan dapat menarik suatu kemungkinan, jika orang yang
tulisannya rapi cenderung menyukai kebersihan dan orang yang menjaga
kebersihan lebih menjuru mempunyai kebiasaan tepat waktu dan orang yang
disiplin (tepat waktu) biasanya orang yang memiliki efesiensi yang
tinggi.
Untuk itu Saya coba berbagi sedikit tips untuk dapat mengenali diri kita sendiri.
Wan
- coba kita tanya pada diri kita sendiri, apa hobi kita? Nah jika Anda
sudah mengetahui akan menjadi nilai positif untuk dapat lebih mengenal
diri sendiri. Terkadang, kita tidak tahu apa hobi kita, nah baik untuk
hal ini, coba lakukan berbagai aktifitas yang berbeda seperti membaca,
menonton, menulis, bersepeda, memancing, memasak dan sebagainya. Dari
hal itu coba koreksi diri Anda, lebih cenderung kemana Saya ini?.
Kemudian buat apa hobi kita? Next.
Tu
- Jika kita memiliki hobi (tentunya dalam hal yang positif), kita
perdalam hal tersebut seperti kata anonim "jika kecipratan air mandilah
sekalian", Anda tahu maksudnya? Saya yakin.
Tri
- Dari hobi yang kita kembangkan, kita mesti mempunyai gagasan untuk
memperoleh keuntungan dari hobi kita, semisal anak yang hobi menggambar
dan sudah mengembangkannya kemudian menjual hasil karyanya dan
sukur-sukur membuka sanggar lukis. Dengan begitu, besok kita jadi apa,
akan sedikit terbuka jawabannya.
For
- Ketika hak dan kewajiban berbenturan, banyak yang berfikir terkadang
waktu itu terbatas (menurut sebagian orang), apakah Anda juga termasuk
orang yang mempunyai pemikiran seperti itu?, baik, Saya coba berikan
sebuah argumen, sebenarnya tak selamanya waktu itu terbatas, tergantung
bagaimana kita memanagenya, dan hal ini perlu kita dekati secara
langsung dengan membuat sebuah catatan jadwal dalam sehari, seminggu,
sebulan sampai setahun. Dengan hal ini kita akan mengerti apa saja yang
kita perlukan untuk diri kita sendiri, dan kita dapat menyaring dan
mengganti kegiatan-kegiatan yang kurang atau tidak selaras dengan hobi
yang nantinya akan berdampak pada pengembangan potensi diri. Nah,
sekarang antara hak dan kewajiban tentu berjalan secara dinamis.
Faev
- Selain hobi sebagai media untuk pengenalan diri, masih banyak yang
lainnya seperti, Makna dari sebuah nama, Keturunan, juga bisa dilihat
dari favoritnya. Semisal, Anda mempunyai keturunan dari keluarga
seniman, besar kemungkinan darah seni juga ada dalam tubuh Anda, dengan
ini tentu lebih mudah untuk mengembangkannya. Potensi ada, sekarang
menuju penunjangan wahana dengan cara mencoba dan terus mencoba. Karena
seperti Bill Clinton katakan "Kesuksesan itu tidak pasti, tanpa mencoba
Anda pasti gagal".
Ok, mungkin itu saja sepercik tips-tips yang dapat Saya coret, semoga bermanfaat dan semakin sayang dengan diri Anda sendiri.